PilPres 2009: selangkah menuju Indonesia yang lebih baik

25 Juli 2009

Tanggal 25 Juli 2009 akan menjadi hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. hal ini karena pada tanggal tersebut KPU ( Komisi Pemilihan Umum) akan mengumumkan secara resmi hasil Pemilu Pilpress 2009 yang baru saja dilaksanakan tanggal 8 Juli yang lalu. pengumuman ini menjadi sedikit menarik karena dimungkinkan akan terdapat berbagai tanggapan atas pengumuman yang akan disampaikan oleh KPU tersebut.

Mengenai hasil resmi dari pilpres 2009 sebenarnya sudah bukan merupakan barang baru lagi karena beberapa hari terakhir ini meskipun belum diumumkan secara resmi namun telah ada titik terang tentang siapa yang akan keluar sebagai Presiden terpilih Indonesia periode 2009-2014 versi KPU, terlepas dari berbagai dugaan kecurangan yang di lansir oleh beberapa pihak.

hal yang akan menarik mengenai reaksi spontan yang akan muncul nantinya saat KPU mengumumkan secara resmi hasil hitung manual Pemilu Pilpres 2009 adalah adanya beberapa pihak yang seolah masih belum “rela” terhadap hasil pemilu yang akan diumumkan tersebut, ada yang mengatakan, saksi dari salah satu calon, tidak akan menandatangani hasil penghitungan resmi KPU, ada pula yang menghembuskan isu akan menduduki kantor KPU untuk menggagalkan pengumuman hasil penghitungan manual, ada juga yang menyampaikan akan menempuh jalur hukum yaitu melayangkan laporan tindak pelanggaran Pemilu Pilpres 2009 ke Mahkamah Konstitusi dan bahkan, jika langkah ini tidak efektif, ada rencana untuk melaporkan secara resmi ke Mahkamah Internasional..

akan tetapi, terlepas dari berbagai kontroversi yang ada, setidaknya ada banyak hal yang bisa kita ambil sebagai pelajaran berharga. baik itu sistem maupun strategi yang baru baru ini menjadi trend di politik Indonesia, berbagai respon tentang kondisi riil yang ada juga sedikit banyak akan dapat mendorong bangsa Indonesia untuk dapat memiliki kerangka pemikiran politik yang sedikit lebih maju. Dengan demikian, nantinya , semoga, proses politik yang ada di Indonesia tidak akan menjadi bahan tertawaan pihak luar yang masih memandang rendah level demokrasi yang kita miliki. selain itu berbagai komentar ataupun reaksi spontan, baik itu yang disampaikan secara elegan, terselubung atau bahkan yang disampaikan dengan cara “kampungan “sekalipun, yang muncul dari para elite politik di negeri ini setidaknya juga akan membentuk pemahaman masyarakat Indonesia  yang lebih mendasar terhadap fenomena  politik yang terjadi.

semoga dengan semua hal yang terjadi di negeri ini akan dapat semakin membawa negeri ini menjadi sebuah negari yang berwibawa luar dalam, sehat jasmani dan rokhani, serta disegani oleh masyarakat Internasional sebagai sebuah bangsa yang patut diperhitungkan. amin….

Maju Terus Indonesia…………………………

“AKU”

2 Januari 2009

“BOCAH GOBLOK”

Hai…..hai….hai…apa kabar??? Lama tak jumpa… atau mungkin dah lama kamu tak coba tuk ingatku…..takut tercela… yaa…. Emang beginilah aku selalu menjadi bagian paling jujur dari dalam nurani manusia. “Bocah goblok” mungkin sebuah sebutan yang hina… tapi… sehina apapun diriku…., sehina itulah dirimu.

Mungkin memang sulit menerima keberadaanku, tapi setiap saat manusia coba bertanya pada diri dan hatinya, aku adalah “orang” pertama yang akan dijumpai. Saat mereka bertanya aku akan ceritakan apapun yang diinginkan manusia karena aku adalah “bocah goblok “ yang ada pada diri tiap manusia. Aku adalah sisi gelap dan terang pribadi manusia, aku adalah “brankas” paling rahasia dalam diri manusia.

Kau tanya “siapa aku???”

Ku jawab “aku adalah kamu”

Tanya pada hati dan diri

Apa maknaku bagimu

Hanya pengumbar cerita kebodohan

Sikap dan pilihan???

Atau barometer kematangan diri

Untuk hidup …..

Bukan untuk diri

Kau tanya “siapa aku?”

Ku jawab “ aku adalah Bayanganmu”

Tanya pada hati dan diri

Apa maknaku bagimu???

Selalu tampak saat kau tinggalkan terang cah’ya

Slalu mengekor saat kau tuju cah’ya

Aku adalah peringatan

Saat kau melangkah menuju gelap

Ingatlah aku tampakkan kegelapan dalam bayang

Saat kau langkah tuju cah’ya

Yakinlah aku selalu sertaimu

Di belakangmu………

Saat kau menuju gelap …..

Aku adalah pemimpinmu.

Saat kau menuju cah’ya

Aku adalah pengikutmu

Aku adalah jawaban dari pilihanmu.

Aku adalah kamu….

Bayangan langkah hidupmu.

Legend ohizot

Whatever…

30 Desember 2008

Sebisa raga tergerak
Jauh kucoba m’langkah
Meski tanpa arah
Hanya langkah maju
Langkah hanya untukku
Untuk jiwaku
Langkah hanya untuk hatiku
Diriku ….
Sejauh sisa tenaga
Aku… hati dan jiwa
Kan tetap melangkah

Whatever……..

Legend iBizot

a sinner joker !!!!

23 Desember 2008

BADUT PENDOSA
( a sinner Joker)

Saat pagi sang badut menggeliat terbangun dari mimpi hampanya. Terperanjat ia dapati dirinya terbelenggu rantai baja. Merayap ia mencoba tuk beranjak, tapi ia terjerembab, jatuh……… Lagi lagi merangkak sang badut kini di gurun tandus penuh duri. Tak lagi terbilang darah yang tertumpah. Sang badut tahu dan sadar, Ia hanya bisa meringis saat manusia dan keadaan disekitarnya mencambuk dan menyiksanya. Ia teringat saat ia tergantung di tiang pembantaian. Sang badut tak kuasa berontak. Takut dosa!!! Semakin ia merasa sakit semakin ia merasa berdosa atas rasa sakitnya. Tak pula berani ia mengerang, takut mengecewakan manusia yang sedang asyik menyiksanya. Sang badut makin sadar………. Badut bukanlah sosok yang harusnya punya perasaan. Badut hanyalah seonggok daging busuk dengan nyawa menggantung hina. Tanpa rasa dan perasaan ia hidup dengan tanpa adanya kehidupan. Badut hina kini merasa tersudut………. Saat ia coba tuk bertahan, tak lagi ia rasakan mampu tuk tetap menanggung perih tanpa ratap. Tapi saat ia coba tuk meratap….. artinya ia kan berdosa dengan mengecewakan sosok anak manusia. Saat perih memuncak badut bergumam…… mungkin “MATI” jalan terbaik untuknya dan semua…. Tak perlu ia rasakan sakit tak tertahan dan tak perlu pula ia membuat dosa dengan ratapannya.
Terbujur dingin di liang kubur
Terdiam dalam kebekuan dan sepi
Sesekali menggeliat
Aku…. Seonggok daging bernyawa
Hidup tapi tanpa kehidupan
Beku tanpa rasa dan perasaan
Walau tubuh remuk
Tapi tak jua perih mendera
Saat purnama menyapa
Sesekali ku merayap ke dunia manusia
Kucoba ikut tertawa dan menangis
Walau tak pernah ku tau makna tangis dan tawa
Aku seonggok daging bernyawa
Tak terpengaruh oleh sakit dan luka
Dan tak jua pernah manusia anggap ku ada
Aku …. Sebuah kematian yang penasaran
Aku ….. mungkin memang harus mati

Tapi saat ia mulai gantungkan batang lehernya… ia kembali bergumam… ”untuk inikah aku derita slama ini???? Hanya untuk sebuah kematian hina??? Tak lagi sanggupkah aku menanggung semua perih ini???”
Perlahan ia turun dari tiang gantungan dan meringkuk lemah…….. “selama ini semua manusia berhak menyakitiku bahkan orang yang harusnya memapahku pun tak lupa menggoreskan perih di tubuhku” “ lalu apakah aku tak berhak untuk menggoreskan perih di tubuhku sendiri????” perlahan ia raih pisau kecil di sampingnya dan mulai menggores…..lengan kotornya kini berlumur darah segar” sejenak ia tersenyum dan berkata “ternyata nikmat juga bisa menyakiti sang badut….. pantas manusia begitu suka menyiksa sang badut”.
Terkapar sang badut menatap langit yang cerah membakarnya!!!!
“AKU TAK PUNYA PILIHAN!!!………..SELAIN TERSIKSA!!!”
“MATI PUN BUKAN LAGI SEBUAH PILIHAN BAGIKU”
Terdiam ia hempaskan jiwanya jauh dari alam sadar manusia. Bersiap ia untuk kembali tersiksa??????????????

Hello world!

5 Desember 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.