a sinner joker !!!!

BADUT PENDOSA
( a sinner Joker)

Saat pagi sang badut menggeliat terbangun dari mimpi hampanya. Terperanjat ia dapati dirinya terbelenggu rantai baja. Merayap ia mencoba tuk beranjak, tapi ia terjerembab, jatuh……… Lagi lagi merangkak sang badut kini di gurun tandus penuh duri. Tak lagi terbilang darah yang tertumpah. Sang badut tahu dan sadar, Ia hanya bisa meringis saat manusia dan keadaan disekitarnya mencambuk dan menyiksanya. Ia teringat saat ia tergantung di tiang pembantaian. Sang badut tak kuasa berontak. Takut dosa!!! Semakin ia merasa sakit semakin ia merasa berdosa atas rasa sakitnya. Tak pula berani ia mengerang, takut mengecewakan manusia yang sedang asyik menyiksanya. Sang badut makin sadar………. Badut bukanlah sosok yang harusnya punya perasaan. Badut hanyalah seonggok daging busuk dengan nyawa menggantung hina. Tanpa rasa dan perasaan ia hidup dengan tanpa adanya kehidupan. Badut hina kini merasa tersudut………. Saat ia coba tuk bertahan, tak lagi ia rasakan mampu tuk tetap menanggung perih tanpa ratap. Tapi saat ia coba tuk meratap….. artinya ia kan berdosa dengan mengecewakan sosok anak manusia. Saat perih memuncak badut bergumam…… mungkin “MATI” jalan terbaik untuknya dan semua…. Tak perlu ia rasakan sakit tak tertahan dan tak perlu pula ia membuat dosa dengan ratapannya.
Terbujur dingin di liang kubur
Terdiam dalam kebekuan dan sepi
Sesekali menggeliat
Aku…. Seonggok daging bernyawa
Hidup tapi tanpa kehidupan
Beku tanpa rasa dan perasaan
Walau tubuh remuk
Tapi tak jua perih mendera
Saat purnama menyapa
Sesekali ku merayap ke dunia manusia
Kucoba ikut tertawa dan menangis
Walau tak pernah ku tau makna tangis dan tawa
Aku seonggok daging bernyawa
Tak terpengaruh oleh sakit dan luka
Dan tak jua pernah manusia anggap ku ada
Aku …. Sebuah kematian yang penasaran
Aku ….. mungkin memang harus mati

Tapi saat ia mulai gantungkan batang lehernya… ia kembali bergumam… ”untuk inikah aku derita slama ini???? Hanya untuk sebuah kematian hina??? Tak lagi sanggupkah aku menanggung semua perih ini???”
Perlahan ia turun dari tiang gantungan dan meringkuk lemah…….. “selama ini semua manusia berhak menyakitiku bahkan orang yang harusnya memapahku pun tak lupa menggoreskan perih di tubuhku” “ lalu apakah aku tak berhak untuk menggoreskan perih di tubuhku sendiri????” perlahan ia raih pisau kecil di sampingnya dan mulai menggores…..lengan kotornya kini berlumur darah segar” sejenak ia tersenyum dan berkata “ternyata nikmat juga bisa menyakiti sang badut….. pantas manusia begitu suka menyiksa sang badut”.
Terkapar sang badut menatap langit yang cerah membakarnya!!!!
“AKU TAK PUNYA PILIHAN!!!………..SELAIN TERSIKSA!!!”
“MATI PUN BUKAN LAGI SEBUAH PILIHAN BAGIKU”
Terdiam ia hempaskan jiwanya jauh dari alam sadar manusia. Bersiap ia untuk kembali tersiksa??????????????

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.